SMS Gateway dan Email Pengaduan Masyarakat

Untuk mewujudkan visi Direktorat Jenderal Imigrasi yaitu masyarakat memperoleh kepastian hukum, maka seluruh jajaran Imigrasi dituntut untuk meningkatkan integritas, kapasitas dan kwalitas pelayanan, baik pelayanan terhadap WNI maupun WNA. Imigrasi harus peka dan cepat merespon terhadap penilaian kwalitas pelayanan oleh masyarakat.

Untuk merespon penilaian, permohonan informasi dan keluhan/pengaduan perihal pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bengkulu, telah dibangun aplikasi SMS Gateway dan Email Pengaduan Masyarakat. SMS Gateway untuk merespon pertanyaan masyarakat terkait pelayanan di mana masyarakat dapat mengirim sms ke nomor 08117323666, dan akan mendapat jawaban baik yang dijawab secara otomatis oleh sistem, maupun yang dijawab secara manual oleh petugas. Email Pengaduan Masyarakat untuk menampung keluhan/pengaduan masyarakat terkait pelayanan dengan mengirim email ke bag.infokim@imigrasibengkulu.com, yang akan ditangani oleh Tim Pengelola Pengaduan Masyarakat.

Adapun pedoman/tata cara SMS Gateway dan Pengaduan Masyarakat dapat dilihat di website Kantor Imigrasi Kelas Bengkulu, yaitu : imigrasibengkulu.com.

Awasi Orang Asing, Kemenkumham Bentuk Tim PORA

????????????????????????????????????

Diberlakukannya bebas visa bagi warga asing ke Indonesia, mengharuskan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi melakukan pengetatan pengawasan terhadap orang asing. Oleh karena itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengukuhkan anggota, serta meresmikan Sekretariat Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA).

Menkumham dalam sambutannya mengatakan, bahwa rekayasa kondisi untuk peningkatan kondisi poeple to people contact melalui kebijakan bebas visa harus pula diiringi dengan kewaspadaan dan kesiapan segenap aparatur pemerintah dan juga masyarakat umum, seperti masuknya ideologi asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan kita, maupun peningkatan kejahatan transnasional, misalnya cybercrime, narkotika, terorisme dan lain-lain.

“Yang kita perlukan saat ini adalah kerja nyata yang terkoodinasi dari seluruh pihak, aparatur negara dalam peran dan bidangnya masing-masing, untuk mengurangi ekses negatif yang timbul dari adanya lalu lintas antar warga bangsa,” ucap Yasonna di Gedung Imigrasi, Kuningan, Jakarta (08/04/2016)

????????????????????????????????????

Pembentukan Tim PORA diharapkan dapat meningkatkan sinergitas antara instansi pemerintah yang terkait dengan permasalahan orang asing. Sinergitas ini akan tercapai bila masing-masing instansi aktif mengambil peran dalam pengawasan orang asing. Hal ini tentunya dilakukan sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian dan lembaga, serta aktif meningkatkan intensitas komunikasi dan kolaborasi dari berbagai kegiatan di lapangan.

“Saya berharap Tim PORA dimasa yang akan datang dapat berkolaborasi dengan pihak-pihak lain yang memiliki perhatian besar tentang pengawasan orang asing, termasuk bekerjasama dengan pihak-pihak kementerian luar negeri maupun lembaga-lembaga lain dari luar negeri, khususnya untuk mengantisipasi bidang kejahatan transnasional,” Lanjut Menkumham.

Sebelumnya, Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie dalam laporannya mengatakan, bahwa target berikutnya akan membentuk 33 sekretariat Tim PORA di tingkat propinsi, yang pembentukannya dilaksanakan oleh divisi keimigrasian pada kantor wilayah (kanwil) kemenkumham, dan terbentuk 120 sekretariat Tim Pora tingkat kabupaten/kota yang dibentuk oleh kepala kantor imigrasi.

????????????????????????????????????

Sekretariat Tim Pora adalah wadah bagi kementerian dan lembaga untuk bertukar informasi dan berdiskusi guna mencari solusi berkaitan dengan berbagai permasalahan yang terkait dengan orang asing. Tim ini beranggotakan badan atau instansi pemerintah terkait baik pusat maupun daerah. Pembentukan sekretariat Tim Pora, baik pusat maupun daerah merupakan target kinerja Kemenkumham pada tahun 2016, yang pelaksanaannya menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Imigrasi.

Pembentukan Sekretariat Tim PORA tingkat pusat ditujukan dalam rangka menunjang terlaksananya kegiatan Pengawasan Orang Asing di tingkat pusat khususnya dalam rangka operasional, serta menjalankan amanat pasal 69 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

(Sumber : kemenkumham.go.id/Komar. Ed: Zaka. Foto: Zeqi)

Tim SAR Imigrasi Bengkulu

Pembukaan

Pembukaan secara resmi kegiatan pembekalan TIM SAR Imigrasi Bengkulu oleh Dirjen Imigrasi, bapak Ronny F. Sompie

Kantor Imigrasi Bengkulu – Aksi kegiatan pertolongan dan pencarian pada musibah bencana, baik pada saat terjadinya bencana maupun pasca bencana/pemulihan (recovery) yang berskala lokal, regional maupun nasional, diperlukan tindakan cepat dan tepat serta terorganisir dengan baik, maka diperlukan pengorganisasian yang efisian dan efektif. Aksi kegiatan sosial kemanusiaan dalam prakteknya akan melibatkan banyak pihak, baik lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerintah untuk tugas bantuan dan penanganan bencana, maupuninstansi pemerintah/swasta dan juga organisasi sosial kemasyarakatan (ormas) dan lain-lain. Dalam kaitan dengan terbentuknya Tim SAR Imigrasi Sukabumi maka diperlukan petunjuk tata hubungan dan mekanisme kerja, baik di internal organisasi Tim SAR DITJEN IMIGRASI maupun dengan pihak eksternal sebagai mitra aksisosial kemanusiaan untuk pencapaian maksud dan tujuan terbentuknya Tim SAR Imigrasi Bengkulu, serta untuk pencapaian sinergitas yang maksimal. Selain itu, untuk juga menindaklanjuti Keputusan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor : IMI-1057.PW.02.03 Tahun 2014 tentang Pembentukan Tim Search And Rescue (SAR) Direktorat Jenderal Imigrasi (Tim SAR Direktorat Jenderal Imigrasi), Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu telah membentuk Panitia Pelaksanaan Pembentukan, Pembekalan dan Pengukuhan Tim SAR Imigrasi Bengkulu, dengan pelaksanaan kegiatan sebagai berikut :

  1. Pembentukan

      Waktu Kegiatan      :    02 Oktober 2015

      Tempat Kegiatan    :    Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu

  1. Pembukaan dan Pembekalan

      Waktu                       :    12 Oktober 2015 s/d 13 Oktober 2015

      Tempat Kegiatan    :    Balai Prajurit Korem Gamas  Bengkulu dan Pantai Panjang Bengkulu

  1. Pengukuhan

      Waktu                       :    13 Oktober 2015

      Tempat Kegiatan    :    Balai Prajurit Korem Gamas  Bengkulu

Pembekalan Oleh Nara Sumber

Kegiatan pembekalan dalam kelas oleh narasumber dari BNN.

Dalam acara pembukaan Pembekalan dan Pengukuhan Tim Search And Rescue (SAR) Imigrasi Bengkulu tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Imigrasi, Bapak Ronny F. Sompie yang memberi penguatan dan motivasi demi terlaksananya kegiatan dengan baik dan mencapai sasaran kegiatan dengan tepat. Dalam acara pembukaan tersebut Dirjen Imigrasi melakukan pemasangan topi secara simbolis kepada perwakilan peserta didik Pembekalan untuk Tim SAR Imigrasi Bengkulu, juga pengucapan Pernyataan Sikap Peserta Didik Pembekalan Tim SAR Imigrasi Bengkulu.

Kegiatan pembekalan untuk peserta Tim SAR Imigrasi Bengkulu ada yang dilaksanakan di dalam kelas yang bertempat di Balai Prajurit Korem Gamas  Bengkulu, dan ada yang dilaksanakan di luar kelas untuk praktek/implementasi kegiatan SAR di lapangan yaitu bertempat di Pantai Panjang Bengkulu. Pembekalan dihadiri oleh pihak/institusi yang terkait yaitu :

  1. Bagian Pembinaan Pegawai dari Sekretariat KORPRI Unit Nasional Kemenkumham.
  2. Badan Narkotika Nasional.
  3. Badan Narkotika Nasional Propinsi Bengkulu.
  4. BPBD Bengkulu.
  5. Pengenalan Wawasan Kebangsaan oleh Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tenggara.
  6. TNI Korem Gamas Bengkulu untuk latihan pemasangan tenda.
  7. Basarnas Propinsi Bengkulu untuk latihan pemasangan dan penggunaan peralatan SAR.
  8. Acara pembekalan rohani berupa bimbingan rohani oleh Ustad/Tokoh Agama Kota Bengkulu.
Proses mendirikan tenda

Pelatihan memasang tenda oleh TNI Korem Bengkulu

Kegiatan Pembekalan Tim SAR Imigrasi Bengkulu dan Pengukuhan Pengurus dan Anggota Tim SAR Imigrasi Bengkulu kemudian ditutup secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu dengan dihadiri oleh pejabat dari instansi terkaitpara narasumber, panitia dan peserta Tim SAR Imigrasi Bengkulu di Balai Prajurit Korem Gamas  Bengkulu tanggal 13 Oktober 2015. Dalam acara penutupan tersebut dibacakan pernyataan sikap pengurus dan anggota Tim Search And Rescue (Tim SAR) Imigrasi Bengkulu dan pengukuhan Tim Search And Rescue (Tim SAR) Imigrasi Bengkulu Tahun 2015.

Kantor Imigrasi Bengkulu Deportasi 31 WN China

IMG_3724_1

Petugas Imigrasi Bengkulu pada saat melakukan penahanan terhadap WN China di PT. Injatama yang diduga melakukan pelanggaran keimigrasian.

IMG_4035_1

Petugas Imigrasi Bengkulu melakukan pengawalan dalam proses deportasi 31 WN China

Pada tanggal 19 Oktober 2015 s/d 22 Oktober 2015 Kantor Imigrasi Kelas 1 Bengkulu melakukan operasi pengawasan orang asing berhasil mengamankan 31 WN China di PT. Injatama, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, yang mana ke 31 WN China tersebut tidak dapat menunjukkan paspor aslinya, dan oleh pihak PT. Injatama hanya dapat memperlihatkan fotocopy paspornya di mana semuanya hanya mempunyai visa kunjungan dan disinyalir juga bahwa keberadaan ke 31 WN China tersebut di PT. Injatama mereka melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan peruntukan visa/izin tinggalnya, kemudian ke 31 WN China tersebut dibawa ke Kantor Imigrasi Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya secara lebih mendalam. Setelah dilakukan proses pemeriksaan yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) diputuskan bahwa ke 31 WN China tersebut telah melanggar peraturan keimigrasian dan melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan peruntukan visanya/izin tinggalnya, untuk itu kepada ke 31 WN China tersebut dikenakan Tindakan Administrasi Keimigrasian berupa Deportasi yang dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2015, dan dilakukan cekal untuk tidak masuk wilayah Indonesia untuk beberapa waktu.