ORANG ASING DI BENGKULU TENGAH DALAM PENGAWASAN!

Pemeriksaan Dokumen Keimigrasian

Senin 19 Oktober 2020 Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu didampingi oleh Tim dari Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bengkulu serta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bengkulu Tengah serta Kesbangpol Bengkulu Tengah melaksanakan kegiatan Operasi Gabungan Pengawasan Orang Asing di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah. Operasi gabungan pengawasan Orang Asing kali ini ditujukan ke PT. Kusuma Raya Utama yang berlokasi di Desa Kota Niur Kecamatan Semidang Lagan Kabupaten Bengkulu Tengah yang dimana diketahui perusahaan tersebut terdapat beberapa orang Tenaga Kerja Asing. Tim Operasi Gabungan menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan adalah untuk mengecek keberadaan/kegiatan orang asing dan kelengkapan dokumen perjalanan atau Izin Tinggal Warga Negara Asing di PT. Kusuma Raya Utama.

Willy Bungsu selaku Kepala Teknik Tambang PT. Kusuma Raya Utama menjelaskan bahwa di PT. Kusuma Raya Utama sampai sekarang terdapat 73 (tujuh puluh tiga) orang Tenaga Kerja Asing berkebangsaan China yang memegang dokumen keimigrasian Izin Tinggal Terbatas (ITAS) untuk bekerja yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, akan tetapi beberapa orang Tenaga Kerja Asing tersebut sedang tidak berada dilokasi dikarenakan ada yang sedang cuti dan sedang berada di jakarta. Willy menambahkan bahwa saat ini perusahaan sedang tidak beroperasi dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Kemudian tim didampingi pihak perusahaan langsung melakukan pengecekan ke lokasi mess perusahaan dalam hal melakukan verifikasi data dengan fakta di lapangan. Setiba di mess perusahaan Tim mengumpulkan Tenaga Kerja Asing dan melakukan pemeriksaan satu per satu dokumen perjalanan dan izin tinggal keimigrasian setiap warga negara asing yang terdaftar sebagai Tenaga Kerja Asing di perusahaan PT. Kusuma Raya Utama tersebut.

Dari hasil pemeriksaan tersebut diperoleh 21 (dua puluh satu) paspor kebangsaan China yang didalamnya tertera informasi terkait Izin Tinggal Terbatas (ITAS) yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu. Kemudian Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu – M. Adnan menanyakan perihal kegiatan tenaga kerja asing yang sedang tidak berada di mess perusahaan. Willy menjelaskan bahwa terdapat 11 (Sebelas) orang tenaga kerja asing yang sedang cuti kembali ke negara asalnya, 1 (satu) orang sedang berada di Jakarta dan 40 (empat puluh) orang berada di mess satunya lagi. Kemudian Willy menjelaskan bahwa pada PT. Kusuma Raya Utama orang asing yang dijamin perusahaan ditempatkan di 2 (dua) lokasi Mess yang berbeda. Lebih lanjut Willy menjelaskan untuk saat ini hanya terdapat 73 (tujuh puluh tiga) Tenaga Kerja Asing yang bekerja di PT. Kusuma Raya Utama. Willy juga memberikan data-data orang asing tersebut kepada Tim. Dari hasil pengecekan di mess perusahaan didapati hasil tidak ditemukannya pelanggaran keimigrasian. Setelah itu Tim melanjutkan kegiatan menuju lokasi Mess atas. Setibanya Tim di mess atas Tim mengumpulkan Tenaga Kerja Asing yang berada di mess tersebut dan didapati 40 (empat puluh) orang Tenaga Kerja Asing berkebangsaan China yang memiliki Izin Tinggal Terbatas (ITAS) yang masih berlaku dan dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu. Tim melakukan pemeriksaan satu per satu dokumen perjalanan dan izin tinggal keimigrasian setiap warga negara asing yang terdaftar sebagai Tenaga Kerja Asing di mess tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukannya pelanggaran keimigrasian. Selanjutnya Camat Semidang Lagan – Depi Junaidi menghimbau kepada pihak perusahaan untuk bersikap kooperatif apabila tim dari kecamatan ingin melakukan pengecekan ke lokasi tambang karena lokasi tambang ini masuk kedalam wilayah kecamatan Semidang Lagan. Dikarenakan lokasi tambang sedang tidak beroperasi Tim memutuskan untuk tidak melakukan penngecekan lapangan di lokasi tambang yang berada di wilayah kecamatan semidang lagan. Dari hasil pemeriksaan tersebut tidak ditemukan adanya permasalahan dan pelanggaran Keimigrasian. Willy Bungsu mewakili pihak perusahaan, berjanji akan selalu kooperatif untuk melaporkan setiap perubahan mengenai diri dan perubahan alamat orang asing yang dijaminnya serta akan terbuka apabila dari instansi pemerintah manapun untuk melakukan pengecekan di PT. Kusuma Raya Utama.