Press Release Terkait Pendeportasian Terhadap 3 Orang Warga Negara Jepang Yang Menyalahgunakan Visa Kunjungan Singkat Dan Visa On Arrival

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu maka didapat hasil pemeriksaan terhadap 3 WNA asal Jepang tersebut sebagai berikut :

1. Bahwa kegiatan 3 WNA asal Jepang tersebut benar melakukan penangkapan dan penelitian serangga di daerah Kabupaten Rejang Lebong tanpa dilengkapi surat izin dari instansi terkait.
2. Tiga Orang WNA asal Jepang tersebut datang ke Indonesia menggunakan Bebas Visa Kunjungan Singkat dan Visa On Arrival.
3. Ke 3 WNA tersebut melanggar pasal 122 huruf a Undang-Undang No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yaitu “Setiap Orang Asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya”.
4. Ke 3 WNA asal Jepang tersebut dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa Pendeportasian disertai dengan Penangkalan sesuai dngan Pasal 75 Ayat 2 Huruf f Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
5. Tiga (3) Warga Negara Jepang tersebut akan dideportasi pada hari senin Tanggal 15 April 2019 dengan penerbangan menuju Jakarta menggunakan Pesawat Lion Air JT 635, dan dilanjutkan dengan penerbangan Jakarta menuju Haneda (Tokyo) menggunakan Pesawat Garuda GA 895, pendeportasian akan dikawal oleh petugas dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu.

Press Release Terkait Investigasi Pengawasan Terhadap 3 Orang Warga Negara Jepang Yang Diduga Menyalahgunakan Bebas Visa Kunjungan Singkat Dan Visa On Arrival

Pada hari Selasa tanggal 09 April 2019 pukul 09.00 s.d 18.00 WIB bertempat di Desa Barumanis Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, telah dilaksanakan investigasi pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) asal Jepang yang diduga malaksanakan penelitian dengan cara mengambil sampel derangga kupu-kupu untuk diawetkan dan sebagai koleksi. Tim dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu didampingi Satgas IX Palapa dai BAIS TNI dan BIN Kabupaten Rejang Lebong telah melakukan investigasi tehadap 3 Orang WNA asal negara Jepang. Tim mendatangi lokasi tempat beristirahatnya 3 Orang WNA tersebut dan langsung melaksanakan pemerikasaan yang ikut disaksikan oleh Sekdes Barumanis Bapak Bastari. Pemeriksaan dilaksanakan setelahmendapat informasi bahwa ke 3 WNA Jepang tersebut melaksanakan pengambilan serangga kupu-kupu dan kumbang di Desa Barumanis Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong.

Setelah dilaksanakan Pemeriksaan pada kesempatan pertama oleh Tim Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, didapat bahwa ke 3 WNA asal Jepang tersebut tidak melengkapi surat izin untuk menangkap serangga dan kumbang, juga ke 3 WNA tersebut menggunakan bebas Visa Kunjungan Singkat dan Visa On Arrival. Tim dari Kantor Imigrasi Bengkulu juga melaksanakan pemeriksaan terhadap barang bawaan 3 WNA asal Jepang tersebut dan mendapatkan alat-alat untuk mengkap serangga kupu-kupu dan kumbang. Barang-barang yang didapat berupa : tabung plastik, alat penjepit, gunting, benang, cairan amonia yang berguna untuk mematikan dan mengawetkan serangga tersebut.

Dari Pengakuan WNA asal Jepang tersebut, mereka merupakan komunitas pecinta/pengoleksi serangga kupu-kupu dan kumbang di negara jepang dan mereka telah berkeliling Asia Tenggara untuk mengoleksi serangga kupu-kupu dan kumbang. Berdasarkan hal tersebut, Tim dari Kantor Imigrasi Bengkulu membawa paspor 3 WNA asal Jepang untuk selanjutnya meminta kehadiran mereka di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu pada hari Rabu tanggal 10 April 2019 guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian pada tanggal 10 April 2019 telah dilakukan pemeriksaan terhadap 3 WNA tersebut di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu maka didapat hasil pemeriksaan terhadap 3 WNA asal Jepang tersebut sebagai berikut :

  1. Bahwa kegiatan 3 WNA asal Jepang tersebut benar melakukan pengkapan dan penelitian seangga di daerah Kabupaten Rejang Lebong tanpa dilengkapi surat izin dari instansi terkait.
  2. Tiga Orang WNA asal Jepang tersebut datang ke Indonesia menggunakan Bebas Visa Kunjungan Singkat dan Visa On Arrival.
  3. Ke 3 WNA tersebut melanggar pasal 122 huruf a Undang-Undang No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yaitu “Setiap Orang Asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya”.
  4. Ke 3 WNA asal Jepang tersebut dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa Pendeportasian disertai dengan Penangkalan sesuai dngan Pasal 75 Ayat 2 Huruf f Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

HASIL SURVEY INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN KANTOR IMIGRASI KELAS I TPI BENGKULU BULAN MARET 2019

Dalam menjaga kualitas pelayanan yang prima, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu melakukan survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebagai acuan pengembangan kualitas pelayanan terhadap publik. Survey yang dilaksanakan setiap hari akan direkapitulasi setiap bulan dengan tujuan sebagai bahan acuan untuk peningkatan pelayanan seperti melakukan inovasi dan pengembangan teknologi dalam melayani masyarakat.


Grafik Indeks Kepuasan Masyarakat Bulan Maret 2019 – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu

Dalam hasil Survey pada bulan Maret 2019 yang telah direkapitulasi menunjukkan bahwa Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu berhasil mendapatkan indeks sangat baik. Berdasarkan hasil rekapitulasi pengolahan Indeks Kepuasan Masyarakat setiap bulan tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu akan selalu berkomitmen untuk terus berupaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dengan nilai-nilai PASTI (profesional, akuntabel, sinergitas, transparan dan inovatif) dan AKTUAL (aktif, kreatif, tangguh, unggul, amanah, logis). 

SOSIALISASI PENERAPAN BUDAYA PELAYANAN PRIMA DAN KODE ETIK PEGAWAI KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM

Bengkulu – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu mengadakan sosialisasi Penerapan Budaya Pelayanan Prima dan Kode Etik Pegawai Kementerian Hukum dan HAM dengan narasumber Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bengkulu, Ilham Djaya, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Bengkulu, Hendri Puryanto dan Kepala Divisi Keimigrasian, Esti Winahyu Nurhandayani serta dimentori oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, Samsu Rizal. Sosialisasi ini bertujuan untuk menyongsong Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani. (25/03/2019)