Biaya Pelayanan Keimigrasian (PNBP Pelayanan Keimigrasian)

JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK (PNBP) PELAYANAN KEIMIGRASIAN

(Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Hukum Dan Ham

JENIS PELAYANAN SATUAN TARIF
A.  DOKUMEN PERJALANAN REPUBLIK INDONESIA
1.  Paspor Biasa 48 Halaman untuk WNI Per Buku Rp   300.000,00
2.  Paspor Biasa Elektronis (E-Passport) 48 Halaman untuk WNI Per Buku Rp   600.000,00
3.  Paspor Biasa 24 Halaman untuk WNI Per Buku Rp  100.000,00
4.  Paspor Biasa Elektronis (E-Passport) 24 Halaman untuk WNI Per Buku Rp   350.000,00
5.  Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk WNI Perorangan Per Buku Rp    50.000,00
6.  Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk WNI Dua Orang atau Lebih Per Buku Rp   100.000,00
7.  Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk Orang Asing Per Buku Rp   100.000,00
8.  Paspor Biasa 24 Halaman Pengganti yang Hilang yang Masih Berlaku Per Buku Rp   200.000,00
9.  Paspor Biasa 24 Halaman Pengganti yang Rusak yang Masih Berlaku Per Buku Rp   100.000,00
10. Paspor Biasa Elektronis (E-Passport) 24 Halaman Pengganti yang Hilang yang Masih Berlaku Per Buku Rp   800.000,00
11. Paspor Biasa Elektronis (E-Passport) 24 Halaman Pengganti yang Rusak yang Masih Berlaku Per Buku Rp   350.000,00
12. Paspor Biasa 48 Halaman Pengganti yang Hilang yang Masih Berlaku Per Buku Rp   600.000,00
13. Paspor Biasa 48 Halaman Pengganti yang Rusak yang Masih Berlaku Per Buku Rp   300.000,00
14. Paspor Biasa Elektronis (E-Passport) 48 Halaman Pengganti yang Hilang yang Masih Berlaku Per Buku Rp 1.200.000,00
15. Paspor Biasa Elektronis (E-Passport) 48 Halaman Pengganti yang Rusak yang Masih Berlaku Per Buku Rp   600.000,00
16. Paspor Biasa 24 Halaman Pengganti yang Hilang/Rusak yang Masih Berlaku Disebabkan Karena Bencana Alam dan Awak Kapal yang Kapalnya Tenggelam Per Buku Rp  100.000,00
17. Paspor Biasa Elektronis (E-Passport) 24 Halaman Pengganti yang Hilang/Rusak yang Masih Berlaku Disebabkan Karena Bencana Alam dan Awak Kapal yang Kapalnya Tenggelam Per Buku Rp   350.000,00
18. Paspor Biasa 48 Halaman Pengganti yang Hilang/Rusak yang Masih Berlaku Disebabkan Karena Bencana Alam dan Awak Kapal yang Kapalnya Tenggelam Per Buku Rp  300.000,00
19. Paspor Biasa Elektronis (E-Passport) 48 Halaman Pengganti yang Hilang/Rusak yang Masih Berlaku Disebabkan Karena Bencana Alam dan Awak Kapal yang Kapalnya Tenggelam Per Buku Rp   600.000,00
20. Pas Lintas Batas Perorangan Per Buku Rp              0,00
21. Pas Lintas Batas keluarga Per Buku Rp              0,00
B. VISA
1.  Visa Kunjungan Per Orang US$          50.00
2.  Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan Dihitung Per Tahun Per Orang US$         110.00
3.  Visa Kunjungan Saat Kedatangan
a.   Masa Berlaku 7 (Tujuh) Hari Khusus pada Kawasan Ekonomi pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Per Orang US$           35.00
b.    30 (Tiga Puluh) Hari Per Orang US$           55.00
4.   Visa Tinggal Terbatas
a.   Paling Lama 6 (Enam) Bulan Per Orang US$           55.00
b.    1 (Satu) Tahun Per Orang US$          105.00
c.   2 (Dua) Tahun Per Orang US$          180.00
d.  Paling Lama 5 (Lima) Tahun, khusus pada Kawsan Ekonomi Khusus (KEK) Per Orang US$          250.00
5.   Visa Tinggal Terbatas Saat Kedatangan untuk 30 (Tiga Puluh) Hari Per Orang Rp     700.000,00
6.  Kawat Persetujuan Visa ke Perwakilan Repiblik Indonesia di Luar negeri Per Orang Rp     100.000,00
C. IZIN KEIMIGRASIAN
1.  Izin Kunjungan dan Perpanjangan Izin Kunjungan Per Orang Rp     300.000,00
a.  Pemberian Izin Kunjungan Per Orang Rp     300.000,00
b.  Setiap Kali Perpanjangan Izin Kunjungan Per Orang Rp     200.000,00
2.  Izin Tinggal Terbatas
a.  Saat Kedatangan Per Orang Rp    450.000,00
b.    Izin Tinggal Terbatas Non elektronik Masa Berlaku Paling Lama 6 (Enam) Bulan Per Orang Rp    450.000,00
c.   Izin Tinggal Terbatas Elektronik (E-KITAS) Masa Berlaku Paling Lama 6 (Enam) Bulan Per Orang Rp    650.000,00
d.   Izin Tinggal Terbatas Non Elektronik Masa Berlaku Paling Lama 1 (Satu) Tahun Per Orang Rp    800.000,00
e.   Izin Tinggal Terbatas Elektronik (E-KITAS) Masa Berlaku Paling Lama 1 (Satu) Tahun Per Orang Rp   1.000.000,00
f.   Izin Tinggal Terbatas Non Elektronik Masa Berlaku Paling Lama 2 (Dua) Tahun Per Orang Rp   1.400.000,00
g.   Izin Tinggal Terbatas Elektronik (e-KITAS) masa berlaku paling lama 2 (dua) tahun Per Orang Rp   1.600.000,00
h.   Izin Tinggal Terbatas Khusus pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) masa berlaku paling lama 5 (Lima) tahun Per Orang Rp   3.500.000,00
3.   Setiap Kali Perpanjangan Izin Tinggal Terbatas
a.   Izin Tinggal Terbatas Non Elektronik Masa Berlakui Paling Lama 6 (Enam) Bulan Per Orang Rp     450.000,00
b.   Izin Tinggal Terbatas Elektronik (e-KITAS) Masa Berlaku Paling Lama 6 (Enam) Bulan Per Orang Rp     650.000,00
c.   Izin Tinggal terbatas Non elektronik Masa Berlaku Paling Lama 1 (Satu) Tahun Per Orang Rp    800.000,00
d.   Izin Tinggal Terbatas Elektronik (E-KITAS) Masa Berlaku Paling Lama 1 (Satu) Tahun Per Orang Rp    1.000.000,00
e.   Izin Tinggal Terbatas Non Elektronik Masa Berlaku Paling Lama 2 (Dua) Tahun Per Orang Rp    1.400.000,00
f.   Izin Tinggal Terbatas Elektronik (E-KITAS) Masa Berlaku Paling Lama 2 (Dua) Tahun. Per Orang Rp    1.600.000,00
4.    Penggantian Kartu Izin Tinggal Terbatas Karena Rusak atau Hilang dan Masih Berlaku
a.   Izin Tinggal Terbatas Non Elektronik Masa Berlakui Paling Lama 6 (Enam) Bulan Per Orang Rp     900.000,00
b.   Izin Tinggal Terbatas  Elektronik (E-KITAS) Masa Berlaku Paling Lama 6 (Enam) Bulan Per Orang Rp     1.100.000,00
c.   Izin Tinggal Terbatas Non Elektronik Masa Berlaku Paling Lama 1 (Satu) Tahun Per Orang Rp    1.800.000,00
d.   Izin Tinggal Terbatas Elektronik (E-KITAS) Masa Berlaku Paling Lama 1 (Satu) Tahun Per Orang Rp    2.000.000,00
e.   Izin Tinggal Terbatas Non Elektronik Masa Berlaku Paling Lama 2 (Dua) Tahun Per Orang Rp    2.800.000,00
f.   Izin Tinggal Terbatas Elektronik Masa Berlaku Paling Lama 2 (Dua) Tahun Per Orang Rp     3.000.000,00
5.   Izin Tinggal Terbatas untuk Pekerja di Perairan Indonesia, Perpanjang, Penggantian, dan Penambahan Masa Berlakunya Per Orang Rp     700.000,00
6.   Teraan Pemberian Izin Tinggal Terbatas untuk Pekerja di Perairan Indonesia, Perpanjangan, Penggantian, dan Penambahan Masa Berlakunya Per Orang Rp      150.000,00
7.   Izin Tinggal Tetap Non Elektronik Masa Berlaku 5 (Lima) Tahun Per Orang Rp     3.500.000,00
8.   Izin Tinggal Tetap Elektronik (E-KITAP) Masa Berlaku 5 (Lima) Tahun Per Orang Rp     3.700.000,00
9.   Perpanjangan Izin Tinggal Tetap Non Elektronik untuk Jangka Waktu yang  Tidak Terbatas Per Orang Rp   10.000.000,00
10.  Perpanjangan Izin Tinggal Tetap Elektronik (E-KITAP) untuk Jangka Waktu yang Tidak Terbatas Per Orang Rp   10.200.000,00
11.   Penggantian Izin Tinggal Tetap Non Elektronik Masa Berlaku 5 (Lima) Tahun Karena Rusak atau Hilang dan Masih Berlaku Per Orang Rp     1.500.000,00
12.   Penggantian Izin Tinggal tetap Elektronik (E-KITAP) Masa Berlaku 5 (Lima) Tahun Karena Rusak atau Hilang dan Masih Berlaku Per Orang Rp      1.700.000,00
13.   Penggantian Izin Tinggal Tetap Elektronik (E-KITAP) untuk Jangka Waktu yang Tidak Terbatas Karena Rusak atau Hilang Per Orang Rp     3.000.000,00
14.  Penggantian Izin Tinggal Tetap Elektronik (E-KITAP) untuk Jangka Waktu yang Tidak Terbatas Karena Rusak atau Hilang Per Orang Rp     3.200.000,00
D. IZIN MASUK KEMBALI (RE-ENTRY PERMIT)
1.   Izin masuk kembali untuk beberapa kali perjalanan tidak lebih dari 6 (enam) bulan Per Orang Rp    600.000,00
2.  Izin masuk kembali untuk beberapa kali perjalanan lebih dari 6 (enam) bulan dan tidak lebih dari 1 (satu) tahun Per Orang Rp     1.000.000,00
3.  Izin masuk kembali untuk bebearapa kali perjalanan lebih daru 1 (satu) tahun dan tidak lebih dari 2 (dua) tahun Per Orang Rp    1.750.000,00
4.  Izin masuk kembali untuk beberapa kali perjalanan lebih dari 2 (dua) tahun dan tidak lebih dari 5 (lima) tahun pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Per Orang Rp     3.250.000,00
E. BIAYA BEBAN
1.   Orang Asing yang Berada di Wilayah Indonesia Melampui Waktu Tidak Lebih Dari 60 (Enam Puluh) Hari Dari Izin Keimigrasian yang Diberikan, Dihitung Per Hari Per Hari Rp      300.000,00
2.   Penanggungjawab Alat Angkut yang Tidak Memenuhi Pasal 19 Ayat (4) Undang0Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian Per Alat Angkut  Rp  50.000.000,00
F.  SMART CARD Per Orang Rp     350.000,00
G.  KARTU PERJALANAN PEBISNIS ASIA PACIFIC ECONOMIC COOPERATION (KPP APEC)/APEC BUSINESS TRAVEL CARD (ABTC) Per Orang Rp     2.500.000,00
H.  KPP APEC PENGGANTI YANG HILANG/RUSAK YANG MASIH BERLAKU DISEBAKAN KARENA KELALAIAN Per Orang Rp     3.000.000,00
I.  FASILITAS KEIMIGRASIAN (AFFIDAVIT) BAGI ANAK BEKEWARGANEGARAAN GANDA NON ELEKTRONIK Per Orang Rp       150.000,00
J.  FASILITAS KEIMIGRASIAN (AFFIDAVIT) BAGI ANAK BERKEWARGANEGARAAN GANDA ELEKTRONIK Per Orang Rp     350.000,00
K.  SURAT KETERANGAN KEIMIGRASIAN Per Orang Rp     3.000.000,00
L.  JASA PENGGUNAAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEIMIGRASIAN Per Permohonan Rp         55.000,00

Pengawasan Keimigrasian Kantor Imigrasi Bengkulu di Hotel/Penginapan

Pada tanggal 22 Mei 2018 Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu melakukan kegiatan pengawasan dan pemantauan keimigrasian terhadap hotel/penginapan terkait pelaporan orang asing yang menginap melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA). Hal tersebut sesuai dengan Pasal 72 ayat (2) Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang berbunyi “Pemilik atau pengurus tempat penginapan wajib memberikan data mengenai Orang Asing yang menginap di tempat penginapannya jika diminta oleh Pejabat Imigrasi yang bertugas”. Pelaporan keberadaan Orang Asing yang menginap tersebut dilakukan secara online melalui APLIKASI PELAPORAN ORANG ASING yang dapat diakses melalui laman www.apoa.imigrasi.go.id . Apabila pemilik penginapan atau hotel tidak melaksanakan kewajibannya sesuai Pasal 72 ayat (2) Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, maka akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 117  Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang berbunyi “ Pemilik atau pengurus tempat penginapan yang tidak memberikan keterangan atau tidak memberikan data Orang Asing yang menginap di rumah atau di tempat penginapannya setelah diminta oleh Pejabat Imigrasi yang bertugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah).

Kewajiban melaporkan Orang Asing yang menginap tidak hanya untuk tempat penginapan atau hotel saja, jenis penginapan lainnya seperti apartemen/mess perusahaan/losmen/villa/kost/kontrakan dan juga perorangan wajib melaporkan apabila ada Orang Asing yang menginap. Saat ini Warga Negara Asing pada Provinsi Bengkulu yang merupakan pemegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS) yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu berjumlah 462 orang dengan rincian 430 orang adalah Tenaga Kerja Asing (TKA) dan 32 orang penyatuan keluarga. Selain itu, Warga Negara Asing pada Provinsi Bengkulu yang merupakan pemegang Izin Tinggal Tetap (ITAP) yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu berjumlah 8 orang.

 

 

SUKSESKAN 18th ASIAN GAMES JAKARTA-PALEMBANG 2018

Di Tahun 2018 Indonesia akan dipercaya untuk menjadi tuan rumah perhelatan olah raga tingkat asia yaitu ASIAN GAMES 2018 yang ke-18, sebuah multi event olahraga regional Asia yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus 2018 sampai 2 September 2018  di dua tempat yaitu Jakarta dan Palembang, serta beberapa tempat sebagai tuan rumah pendukung seperti Lampung, Jawa Barat, dan Banten. Jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan sebanyak 41 cabang, terdiri dari 33 cabang olahraga olimpiade dan 8 cabang olahraga non olimpiade.

Event olahraga ini merupakan kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games setelah Asian Games IV yang diadakan di Jakarta tahun 1962. Indonesia disetujui menjadi tuan rumah Asian Games XVIII oleh Dewan Eksekutif Dewan Olimpiade Asia pada 19 September 2014. Penyelenggaraan Asian Games XVIII yang awalnya akan diadakan pada tahun 2019 kemudian dimajukan menjadi tahun 2018 untuk menghindari pemilihan legislatif dan pemilihan presiden Indonesia yang juga akan diselenggarakan pada tahun tersebut.

Logo Asian Games 2018 berbentuk sketsa tampak atas Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan matahari di bagian tengahnya. Matahari tersebut sebagai lambang sumber energi paling utama yang kemudian menyebar melalui delapan jalur keseluruh Asia sekaligus dunia dengan adanya Asian Games.

Makna logo Asian Games 2018 selain menggambarkan matahari sebagai sumber energi yang menyebar ke delapan jalur ke seluruh Asia melalui ajang Asian Games juga terselip harapan agar Indonesia bisa menunjukkan kehebatannya lewat penyelenggaraan Asian Games 2018. Makna logo Asian Games 2018 juga menggambarkan energi yang kuat dalam merefleksikan dan mempromosikan Indonesia ke dunia. Dengan logo ini, Indonesia sebagai tuan rumah ingin menunjukkan kepada dunia melalui penyelenggaraan dan prestasi Asian Games 2018.

Sementara itu, maskot Asian Games 2018 terdiri atas tiga satwa di Indonesia yaitu burung Cendrawasih yang diberi nama Bhin Bhin, badak bercula satu bernama Kaka, dan Rusa Bawean yang diberi nama Atung. Maksud dari ketiga maskot ini yaitu untuk mewakili keragaman kekayaan hayati Indonesia yang terdiri dari Indonesia bagian timur (Bhin Bhin), Indonesia bagian barat (Kaka), dan Indonesia bagian tengah (Atung). Ketiga maskot ini (Bhin Bhin, Atung dan Kaka) diibaratkan menggambarkan ke-Indonesia-an dengan terinspirasi Bhineka Tunggal Ika. Nama ketiganya diambil dari kata Bhineka Tunggal Ika yang sangat melekat sebagai jargon Indonesia. Bhin Bhin (dari Bhineka), Atung (dari Tunggal), dan Kaka (dari Ika).  Dari maskot ini juga tercermin keragaman suku dan budaya. Bhin-Bhin (seekor burung Cendrawasih dari Indonesia bagian Timur), Atung (seekor rusa Bawean dari Indonesia bagian tengah), dan Kaka (Badak Bercula Satu dari Indonesia bagian bagian Barat).

Selain itu makna maskot Asian Games 2018 menggambarkan burung cendrawasih dengan kepintarannya mampu menyiasati bagaimana cara menghadapi lawan, rusa dengan kecepatan yang dimilikinya bisa untuk mengelabui mata musuh, dan badak yang menjadi lambang dari sebuah kekuatan.

Semoga makna logo Asian Games 2018 yang telah disebutkan di atas, bisa menjadi doa dan harapan yang terwujud bagi Indonesia agar bisa kembali berjaya di kancah Asia.

Untuk itu Kantor Imigrasi Bengkulu mengajak seluruh masyarakat mendoakan dan berpartisipasi dalam event Asian Games 2018 ini yang merupakan kepercayaan yang sangat membanggakan untuk bangsa Indonesia, menjadi tuan rumah yang santun, ramah dan mengedepankan semangat sportifitas dan kebersamaan sebagai bagian dari masyarakat negara-negara Asia.

Penggunaan Tenaga Kerja Asing

pengawasan orang asing oleh Petugas Imigrasi

Belakangan ini ramai diperbincangkan di publik tentang informasi serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk untuk bekerja di Indonesia, sementara di sisi lain masih banyak atau makin banyak Warga Negara Indonesia yang belum mendapat pekerjaan atau pengangguran. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab Pemerintah Indonesia untuk memikirkan isu publik dan permasalahan tersebut. Perlu ada regulasi yang baik dan mengutamakan kepentingan kemajuan perekonomian nasional, untuk penataan investasi asing dan TKA yang akan masuk dan bekerja di Indonesia.

Menimbang bahwa untuk mendukung perekonomian nasional dan perluasan kesempatan kerja melalui peningkatan investasi, dan bahwa peraturan perizinan penggunaan TKA yang lama perlu disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan untuk peningkatan investasi, perlu pengaturan kembali perizinan penggunaan TKA, maka pada tanggal 26 Maret 2018 pemerintah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

Dalam regulasi baru tersebut, ditekankan bahwa penggunaan TKA dilakukan oleh Pemberi Kerja TKA dalam hubungan kerja untuk jabatan tertentu dan waktu tertentu, dengan memperhatikan kondisi pasar kerja dalam negeri. Setiap Pemberi Kerja TKA wajib mengutamakan penggunaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pada semua jabatan yang tersedia. Apabila ada jabatan yang belum dapat diduduki oleh TKI, barulah jabatan tersebut boleh diduduki oleh TKA. Jabatan yang mengurusi personalia dilarang diduduki oleh TKA, juga jabatan tertentu yang akan ditetapkan oleh pemerintah.

Setiap Pemberi Kerja TKA wajib menunjuk TKI sebagai pendamping TKA yang dipekerjakan dalam rangka alih teknologi dan alih keahlian, dan wajib melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi TKI sesuai dengan kualifikasi jabatan yang diduduki oleh TKA. TKI yang mengikuti pendidikan dan pelatihan mendapat sertifikat pelatihan dan/atau sertifikat kompetensi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam regulasi baru ini diatur juga tentang tata cara penggunaan TKA di Indonesia, pembinaan dan pengawasan terhadap Pemberi Kerja TKA, pengawasan pendidikan dan pelatihan TKI Pendampingan, dan beberapa ketentuan tentang koordinasi antar lembaga/institusi terkait.

Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 ini mulai berlaku setelah 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal diundangkan.