ANTRIAN ONLINE PERMOHONAN PASPOR

Direktorat Jenderal Imigrasi kembali meluncurkan satu inovasi untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat dalam hal permohonan Paspor RI, yaitu layanan aplikasi antrian online. Aplikasi ini dibuat untuk menghindari penumpukan calon pemohon paspor di kantor imigrasi atau unit layanan paspor.  Aplikasi ini dibuat sedemikian rupa agar masyarakat yang ingin membuat paspor tidak perlu mengantri lagi di loket antrian kantor imigrasi atau unit layanan paspor. Calon pemohon paspor kini hanya menginstal aplikasi Antrian Online di play store android untuk registrasi dan melakukan pendaftaran antrian secara online apabila ingin memohon paspor. Atau bisa juga melalui laman : https://antrian.imigrasi.go.id/Layanan/. Masyarakat bisa langsung memperoleh nomor antrian dan juga kejelasan kapan akan dilayani di kantor imigrasi atau unit layanan paspor. Selain itu dalam semua jajaran aplikasi permohonan paspor ini, masyarakat dapat memohon antrian online sebanyak 5 permohonan, hal ini dilakukan untuk mempersingkat antrian jika ada pemohon yang ingin membuat paspor bersama keluarganya.

Dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Imigrasi Nomor : IMI-UM.01.01-4166 tentang Implementasi Aplikasi Pendaftaran Antrian Permohonan Paspor Secara Online di Seluruh Indonesia, diharapkan bahwa permohonan Paspor RI dapat dilaksanakan dengan mudah dan teratur, dan masyarakat akan memperoleh pelayanan dengan nyaman, efisien dan teratur. Layanan aplikasi antrian paspor secara online ini telah dapat dilaksanakan di Kantor Imigrasi Bengkulu sejak tanggal 20 Nopember 2017, diharapkan akan semakin memberi pelayanan yang lebih nyaman kepada calon pemohon paspor di Kantor Imigrasi Bengkulu

Pendeportasian WN China oleh Kantor Imigrasi Bengkulu

Kepala Kantor Imigrasi Bengkulu memberikan keterangan kepada media tentang kegiatan pendeportasian seorang WN China

Salah satu fungsi keimigrasian adalah penegakan hukum, dan Kantor Imigrasi Bengkulu melalui Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian senantiasa berupaya melakukan penindakan terhadap pelanggaran-pelanggaran peraturan keimigrasian baik yang dilakukan oleh WNI maupun WNA. Satu kegiatan penegakan hukum adalah kegiatan pelaksanaan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi terhadap seorang WN China bernama Tang Xuingi, yang berdasarkan hasil pengawasan dan pemeriksaan administrasi, WN China tersebut tidak dapat memperlihatkan atau menyerahkan dokumen perjalanannya atau paspor kebangsaannya dan izin tinggal yang dimilikinya pada saat pengawasan keimigrasian. Tindakan administratif keimigrasian tersebut sesuai dengan pasl 75 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, di mana disebutkan bahwa Pejabat Imigrasi berwenang melakukan tindakan administratif keimigrasian terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia yang tidak menghormati atau mentaati peraturan perundang-undangan.Kepada warga negara China tersebut juga dikenakan pencekalan untuk tidak dapat masuk ke wilayah Indonesia selama 6 bulan.

Kegiatan pendeportasian WN China tersebut dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 7 November 2017, diberangkatkan dari Bengkulu ke Jakarta dengan pesawat Garuda GA 299, kemudian dari Jakarta ke Shenzen (Tiongkok) menggunakan pesawat China Eastern Airlines, dengan dikawal seorang petugas Imigrasi dari Kantor Imigrasi Bengkulu.