Rapat dan Operasi Gabungan Tim Pora Kabupaten Kepahiang

img_4568Menindaklanjuti pembentukan Tim Pora Kabupaten Kepahyiang dan Sekretariatnya pada beberapa bulan sebelumnya, maka pada tanggal 27 September 2016 dilaksanakan kegiatan rapat dan operasi gabungan Tim Pora Kabupaten Kepahiang. Rapat bertempat di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kepahyiang, diikuti oleh instansi terkait yang masuk dalam Tim Pora tersebut, yaitu dari Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu, Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kepahiang, Kejaksaan Negeri Kepahiang, KODIM 0409 Rejanglebong yang membawahi Kabupaten Kepahiang, POLRES Kepahiang, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupen Kepahiang, Kementerian Agama Kabupaten Kepahiang.

Dalam rapat tersebut dibahas tentang keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah Kabupaten Kepahiang, di mana Kepala Divisi Keimigrasian, bapak Drs. Amirullah, MH. menekankan perlunya mengintesifkan pengawasan terhadap pergerakan orang asing, karena dengan berlakunya MEA dan juga Bebas Visa Kunjungan kepada warga negara dari 169 negara, orang asing mungkin akan semakin banyak memasuki wilayah Indonesia dengan berbagai macam tujuan. Untuk itu perlu sinergi yang kuat antar instansi terkait dalam bentuk saling tukar menukar informasi dan melakukan operasi gabungan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing.

Ditambahkan pula oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu, bapak Rafli SH. bahwa setiap instansi terkait mempunyai kewenangan penangananimg_4676 orang asing, tentu sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Kantor Imigrasi mengeluarkan/memperpanjang izin tinggal bagi orang asing yang berhak, namun tetap berkaitan dengan kegiatan orang asing dalam hal yang lain, misalnya orang asing sebagai TKA tentu rekomendasinya dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang ada korelasinya dengan izin tinggalnya, demikian juga kegiatan/perilaku orang asing dalam hal lainnya. Kemudian dijelaskan mengenai kewajiban orang asing melaporkan keberadaannya melalui pengurus/pemilik tempatnya menginap/tinggal, yang saat ini dapat dilakukan melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) yang dapat diunduh dari website imigrasi.go.id. Juga diusulkan untuk membuat satu grup WhatsApp yang terdiri dari anggota Tim Pora sebagai wadah tukar menukar informasi dalam hal pengawasan keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah Kabupaten Kepahiang.

Rapat dilanjutkan dengan masukan-masukan informasi dari perserta rapat, tukar-menukar informasi dan tanya jawab. Setelah kegiatan rapat selesai, tim melakukan kegiatan operasi gabungan, di mana yang menjadi tujuan operasi saat itu adalah PT. Trisula Ulung Megasurya, sebuat perusahaan pengelolaan teh, di mana terdapat 2 orang TKA warga negara Taiwan atas nama Mao Sheng Chen dan Mao Fu Chen. Keduanya mempunyai dokumen yang lengkap berupa Paspor, ITAS dan IMTA. Setelah dilakukan pengecekan menyeluruh oleh tim di kantor, wilayah perkebunan dan pabrik, tidak ditemukan orang asing selain kedua TKA tersebut, dan tidak ditemukan pelanggaran orang asing di tempat tersebut.

Editor : Markus Lenggo Rindingpadang, SH.

Permohonan Paspor untuk Anak (di bawah umur 18 tahun dan belum menikah)

a-fiamma-difoto

Ilustrasi proses paspor untuk anak di bawah umur.

Bagi pemohon paspor untuk anak (di bawah 18 tahun dan belum menikah) yang akan berangkat ke luar negeri bersama orang tuanya, melampirkan persyaratan :

–        KTP orang tua yang masih berlaku atau surat keterangan pindah ke luar negeri;

–        Kartu Keluarga;

–        Akte Kelahiran atau Surat BAptis;

–        Akte Perkawinan atau Buku Nikah orang tua;

–        Surat Penetapan Ganti Nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama;

–        Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki Paspor biasa;

–        Surat pernyataan bermeterai cukup dari kedua orang tua yang berisi antara lain bertanggung jawab terhadap keberadaan paspor anak,              keberangkatan dan kepulangannya ke Indonesia.

Bagi pemohon paspor untuk anak (di bawah 18 tahun dan belum menikah) yang akan berangkat ke luar negeri tidak bersama orang tuanya, melampirkan persyaratan :

–        KTP orang tua yang masih berlaku atau surat keterangan pindah ke luar negeri;

–        Kartu Keluarga;

–        Akte Kelahiran atau Surat BAptis;

–        Akte Perkawinan atau Buku Nikah orang tua;

–        Surat Penetapan Ganti Nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama;

–        Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki Paspor biasa;

–        Surat pernyataan bermeterai cukup dari kedua orang tua yang berisi antara lain pemberian izin bagi anak untuk memperoleh paspor dan bepergian keluar negeri bersama orang lain;

–        Surat pernyataan bermeterai cukup dari orang yang akan membawa anak yang berisi antara lain pernyataan bertanggung jawab terhadap keberadaan anak dan paspor yang dimilikinya, keberangkatan dan kepulangannya ke Indonesia.

Pada saat proses wawancara untuk permohonan paspor untuk anak (di bawah umur 18 tahun dan belum menikah), kedua orang tuanya atau yang diberikan hak asuh berdasarkan penetapan pengadilan wajib hadir di Kantor Imigrasi untuk diwawancarai.  Apabila kedua orang tuanya atau yang diberikan hak asuh berhalangan hadir dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka dapat diwakili oleh orang lain yang dikuasakan oleh orang tuanya atau orang yang diberikan hak asuh.